Perlu Paradigma Baru Mengolah Sampah
Kebersihan rumah seseorang dapat terlihat dari kebersihan kamar mandi dan kamar kecilnya. Kebersihan tempat penginapan/hotel dilihat dari fasilitas MCK (mandi, cuci, dan kakus)-nya. Kebersihan suatu kota akan dilihat dari pengelolaan sampahnya.
SAMPAH selalu identik dengan barang sisa atau hasil buangan tak berharga. Meski setiap hari manusia selalu menghasilkan sampah, manusia pula yang paling menghindari sampah. Orang kebanyakan hanya bisa membuangnya, namun kurang peduli bagaimana barang sisa itu seharusnya diperlakukan. Tidaklah heran, akibat kelalaian dan kekurangpedulian kita terhadap sampah, kita pula yang menuai bencana yang ditimbulkan oleh sampah.
Sekian lama pengelolaan sampah dengan konsep buang begitu saja (open dumping), buang bakar (dengan incenerator atau dibakar begitu saja), gali tutup (sanitary landfill) ternyata membuahkan hasil yang jelek. Antara lain dengan timbulnya korban jiwa, bau busuk menebar ke mana-mana, dan kondisi lingkungan yang tidak sehat seperti banyaknya lalat dan tercemarnya air bersih/sumur oleh air lindi dst. Tidaklah mengherankan di kota yang penduduknya padat, warga menolak kehadiran TPA (tempat pembuangan akhir sampah). Baca selebihnya »

